Tiba juga saatnya...
Lekas kuraih pigura kayu itu, beberapa potongan gambar yang tertempel asal di dinding, dan secarik kenangan yang pernah terjadi, lalu. Kukumpulkan semuanya menjadi satu dan.. Ah, aku ingat. aku masih menyimpan kotak itu, kotak saat ia membawa semuanya. Kuraih kotak itu dan membenamkan segala hal kedalamnya.
Hai masa depan, aku siap bertemu :)
Rabu, 11 Juli 2012
Selasa, 15 Mei 2012
The Dream
Malam itu bukan malam yang biasa, aku bersama kedua temanku berniat main kerumah salah satu dosen kami. sesampainya disana, yang kami jumpai adalah dosen kami sedang menyusui seorang anak Hidrosefalus. Miris melihat kondisi anak itu, lemah tak berdaya. Ternyata bukan hanya seorang anak, namun ada dua anak pengidap Hidrosefalus disana dan seorang gadis kecil berusia tak lebih dari 7 tahun yang kurus kerontang. Dosen kami mengamanatkan kami untuk menjaga seorang anak Hidrosefalus lainnya dan gadis kecil yang kurus itu melalui sebuah laptop. Entah bagaimana caranya kami dapat mengawasi mereka melalui gadget tersebut, mungkin memang diluar akal tapi ini terjadi. Dengan senang hati kami mengajak mereka bermain dan bernyanyi lagu anak-anak yang masih kami hafal bersama-sama.
Sampai ketika aku dan kedua temanku lengah karena terlalu asik bercanda gurau, si gadis kecil tersebut hilang. Kami merasa memang pada tubuh gadis tersebut ditempeli sebuah kamera pengintai atau apa yang tidak begitu kami mengerti, tapi tayangan pada laptop itu membuat kami kaget. kami melihat gadis kecil tersebut berjalan dengan sangat cepat sampai dia berada disebelah seorang kakek tua yang sedang sekarat karena tenggelam lalu si gadis dengan lahap nya menghisap darah si kakek tua tersebut. Dengan tergesa gesa aku lari menghampiri dosen ku dan menceritakan apa yang terjadi. beliau kaget dan menyuruh kami untuk segera pergi ke tempat sejauh mungkin karena gadis kecil tersebut pasti mengincar kami, entah apa alasannya. dan benar saja saat aku dan kedua temanku mengawasi gadis kecil tersebut dari laptop, mata gadis itu dengan tajam menuju ke arah kami sambil tersenyum kecil. kami pun lari sekuat tenaga ke tempat sejauh mungkin, sampai akhirnya kami sampai ke tempat kos salah satu teman kami. hampir dua jam kami menggedor pintu kos teman kami tersebut sampai akhirnya teman kami terbangun dan mengizinkan kami menginap.
Mataku terpejam namun pikiran ku masih melayang-layang dan jantungku berdegup lebih cepat disetiap detiknya. tubuhku berkeringat, bukan keringat biasa. Tiba-tiba kakiku merasakan sebuah sentuhan hangat, menepuk-nepuk pelan ditengah keheningan malam. Tak ada yang menolong, badanku kaku tak bisa digerakkan. aku tidak mungkin bisa lari. seketika terdengar bisikan.. "Mba, bangun."
haaah, ternyata aku bermimpi..
Senin, 14 Mei 2012
Batu Kuda, Bandung, Indonesia
I never could count how wonderful Indonesia is.
The limitless beauty of Indonesia always make me amaze.
unpatient to enjoy another side of Indonesia.
The Rip Sheet
Ini bukan sebuah tulisan tentang kertas yang robek, bukan pula sebuah tulisan tentang robeknya sebuah kertas. Tetapi sebuah cerita singkat tentang apa yang terjadi, robek.
Begitu mendengar kata robek, imajinasi kita pasti tertuju pada terpisahnya atau terbelahnya sesuatu, media apapun itu. Tidak bisa dipungkiri lagi, setiap kata robek mengandung makna penyesalan. Mengapa sih terjadi robek? ada 2 kemungkinan, disengaja atau tidak disengaja. kemungkinan yang kedua sudah lumrah terjadi, kesalahan manusia yang terkadang tak apik. Namun kemungkinan pertama memiliki makna yang lebih dalam. Disengaja robek? hmm mungkin dilakukan untuk menghilangkan bukti atau menghapus memori.
Tidak bisa dipungkiri juga kalau setiap tulisan yang sengaja ditulis ini memiliki keterkaitan dengan hal disekitar yang menulis. The Rip Sheet menjadi sebuah dilema. Disaat kita sengaja merobek namun tidak sengaja menghilangkannya. Sengaja merobek memori buruk namun tidak sengaja menghilangkan memori yang sebagiannya baik. Ini dapat terjadi pada hal apapun, entah keluarga, teman, maupun pacar. Banyak kisah yang pernah saya dengar dan saya baca. Yang pada akhirnya selalu tercetus kalimat "penyesalan memang datang terlambat".
Yang saya ragukan sampai saat ini, mengapa harus datang penyesalan? bukankah disetiap keputusan yang diambil selalu ada alasan yang kuat? mengapa harus menyesali hal yang sengaja dirobek? bukankah sebelum tangan kita merobeknya kita sudah punya alasan yang kuat mengapa kita sengaja merobeknya? bukankah semua sudah kita pertimbangkan? lalu untuk apa penyesalan datang? untuk membuat robek kembali utuh? untuk mencuci tangan kita dari tindakan merobek? atau untuk menangisi diri kita sendiri karena ternyata itu hal yang tidak disengaja?
Minggu, 06 Mei 2012
Senin, 30 April 2012
Sabtu, 31 Maret 2012
BLUE
Since we don't live alone in this beautiful world, we suppose to have someone
closer that usually called "friend"
you know, someone who you trust and trust you back
someone who close to you
listen to everything that you said
tell you whenever you go wrong
ask for your help
and never leave you when you sad
and one of my "friend" is nia,
IRMANIA SURYANI
or i usually called her
NINCRE
where i throw my sadness and happiness out
laughing like a crazy bird
and crying like a fool
like a sky which has a cloud, like a sea which has a fish, we are blue.
we have a different view but try to look with the same way
thanks for being my mirror, nia :)
can't believe we've made it for triple years..
xoxoxo
Langganan:
Postingan (Atom)








-2.jpg)